Thursday, April 1, 2010

April 1st

March 29th

Suasana kantin Shinhuahua High School sangat riuh. Bel istirahat baru aja bunyi semenit yang lalu, tapi semua siswa sudah memadati kantin. Termasuk 3 cewe paling populer di sekolah itu. Sunhee, Daehee, dan Jihee.

"Jumat tanggal merah kan ya?" tanya Jihee.

"Ha? Iya apa? Emang ada apaan?" Sunhee balik nanya, maklum ga pernah merhatiin tanggalan. Jadwal pemotretannya pader, semua schedule manajernya yang ngurusin.

"Kenaikan Yesus Kristus. Itu loh, Sun, bahasa kerennya 'Easter'," timpal Daehee.

"Oh iyaya, jadi pengen coklat telor! Ngehias plus hunting telor kayak waktu di ostrali dulu! Aaaa kangen.." Sunhee girang sendiri mengingat kenangan masa lalunya.

"Iya, di ostrali tempat kenangan lo sama si abstrak laki lo itu kan?" sindir Daehee.

Sunhee cuma mesem-mesem manis, membuat cowo-cowo yang duduk di seberang menjatuhkan sendoknya.

"Kita liburan yuk, unn? Jumat ampe Minggu, ga usah jauh-jauh, ke Jeju Island aja," tawar Jihee. "Ummaku nawarin villa ga kepake tuh..."

"Kita bertiga doang? Kalo dijalan kenapa-napa gimana?" tanya Sunhee khawatir.

"Ajak laki kita lah!" sahut Daehee. Muka Sunhee langsung cerah.

"Okay! Nanti gue kasih tau Kevin. Yay holidaaay! Friday, Saturday, Sunday, HO LI DAY~!" Sunhee nyanyi gajelas pake nada Mazeltov. Jihee dan Daehee cuma bisa prihatin melihat teman mereka itu dengan tampang -_______-

~~~~~~~

March 30th

"Shikkie! Ada Kevin ga?" tanya Sunhee dengan ramah.

Shikkie sempat terpesona lalu mengerjapkan mata dan menggelengkan kepalanya, karna dia merasa ada hawa-hawa pembunuh dibelakangnya.

"Eh? Kevin? Oh ada noh dibelakang lagi maen UNO!" kata Shikkie.

Sunhee tersenyum dan memasuki kelas. Dia langsung ke belakang, nyamperin sekolompok cowo yang lagi duduk membentuk lingkaran.

"Ckckck, aduh sunbae-sunbae ini gimana sih? Udah mau UAN, bukannya rajin belajar, masih maen aja!" kata Sunhee sambil berkacak pinggang.

Para cowo tadi menoleh. Reaksinya beragam. Ada yang bengong, ngiler, ngejatohin kartu yang dipegang. Tapi si Kevin yang lagi ngebelakangin Sunhee malah berkata, "Alah bacot, kaya lo ga pernah maen aja. Jangan bahas UAN! Gue ga mau ada UAN-UAN an!"

Sunhee mengerutkan dahi. Cowo lain jadi panik dan mengisyaratkan supaya Kevin nengok ke belakang.

"Apaan sih?" tanya Kevin sambil nengok, terus liat ke atas. Sunhee menyilangkan tangannya sambil memanyunkan bibir dengan imut.

"Jadi kamu gitu sekarang? Ga mau ikut UAN? Mo jadi apa kamu? Kuli? Yah kalo diliat dari tampang dan fisik sih udah cocok," kata Sunhee dengan sadis. Cowo-cowo lain pada cekikikan.

Kevin pun panik. "Aduh my puwinsah! Ga gitu maksudnya! Itu.. nganu.. maksud aku gamau ada UAN tuh, maksudnya.. aku gamau ada jarak UANtara kita!" katanya, melempar jurus gombalannya itu.

Temen-temen cowonya pada batuk-batuk lebay, ada yang mual juga. Tapi si Sunhee yang tadinya manyun perlahan tersenyum lebar dan cantiiik banget banget.

"Jumat ini Jihee ngajak ke Jeju. Kamu ikut ya! Aku cuma mo bilang itu aja. Nanti pulang anterin ya, dadaah.." Sunhee balik badan dan baru akan melengos, tapi tangannya ditarik Kevin.

"Yang, sun dulu.." kata Kevin manja. Cewe-cewe sekelas pada hebih eneg gitu. Cowo-cowo pada suit-suit dan menatap iri.

"Apaan sih, Kev?" Sunhee nunduk, rambutnya menutupi wajahnya. Tapi Kevin tetep mempertahankan muka anak ANJINGnya alias Puppy Face. Sunhee pun luluh dan dengan cepat membungkuk, lalu sun pipinya Kevin.

Sekelas heboh, ada yang gendang-gendang, ada yang tereak-tereak, bahkan niup terompet bekas seni musik. Kevin tersenyum puas dan bangga, sedangkan Sunhee antara mual dan malu.

~~~~~~~

March 31st

Daehee menenteng-nenteng jus apel dan handuk basah sambil jalan memasuk areal lapangan basket. Mau nyamperin Jonghyun yang lagi maen basket guna meninggikan badannya. Jonghyun menyadari kehadiran Daehee, dia berhenti main dan berjalan mendekati Daehee yang udah duduk di bangku di pinggir lapangan.

"Hello beautiful!" goda Jonghyun.

"Bacot," Daehee melempar handuk, "Jumat kita ke Jeju ya!"

Jonghyun ngelap keringetnya, minum jusnya, lalu berkata "Sama siapa aja? Oh iya kan long weekend ya.." Jonghyun melempar handuk yang udah basah ke muka Daehee.

"Jjong, ga selamanya aku suka bau kamu ya," Daehee sinis.

"Iya ayang, maaf. Unyunyunyunyu~" Jonghyun memeluk Daehee dan bertingkah imut.

Daehee berusaha keras menahan keinginannya meng-unyunyunyu-kan Jonghyun balik. "Ikut kan?"

"Pastilah," jawab Jonghyun dengan cepat. "Sunvin ama Minhee ikutan juga kan?"

"Iya justru Jihee yang ngajak."

"Yaudah yuk," Jonghyun jongkok di depan Daehee. "Gue gendong pulang."

Daehee tersentuh, lalu mengerutkan dahinya. "Gue bisa jalan kok."

"Gue pengen gendong lo aja. Hop on!" kata Jonghyun.

~~~~~~~

April 1st

"Unns, udah pada ngajak laki masing-masing?" tanya Jihee. Jihee memasuki kelas Sunhee dan Daehee, udah saatnya pulang sekolah. Pada mau pulang bareng sekalian shopping cemilan buat besok.

"Udah," jawab Sunhee lemes. Sunhee nengok ke luar jendela, melihat para cowo yang sedang maen bola.

"Kenapa unn? tanya Jihee sambil mengikuti arah pandangan Sunhee.

Sunhee meniup poninya. "Bete. Hari ini Kevin ga sms gue, ga nyamperin gue ke kelas, ga ngubungin deh pokoknya. Gue jadi ga napsu makan, gue jadi laper, jadi gue lemes deh.."

"Sama, Sun," Daehee tiba-tiba nimbrung. "Jonghyun juga ngilang.."

Baru aja diomongin, tiba-tiba 2 cowo keren plus 1 cowo yang berusaha keren berdiri di depan pintu kelas.

"Minho?"

"Jonghyun!"

"Kev.."

Jihee berjalan menuju pintu. Daehee berlari dan langsung memeluk Jonghyun. Sunhee berdiri dengan lemas, karna kelamaan, Kevin udah nyamperin duluan.

"Kamu kenapa?" tanya Kevin sambil mainin rambut lembut Sunhee.

"Shouldn't I be asking that? You didn't wake me up as usual, where were you?" Sunhee kalo udah bete tapi lemes dan masih pengen terlihat high class, mulai ngebacot sendiri pake English.

"Actually we do have something to tell you girls," kata Kevin. Seperti biasa, Englishnya Kevin tuh ga pernah gagal bikin Sunhee luluh.

Jihee menoleh pada Minho. "Sori ya, tapi besok gue bertiga ga bisa ikut. Mesti ke Busan buat tugas dinas OSIS."

Daehee melirik Jonghyun. "Katanya bisa? Gimana sih.."

"Tugasnya baru dikasih tadi, Dae. Kita ga bisa nolak," jawab Jonghyun penuh sesal.

Sunhee makin murung. "I'm sorry, baby.." kata Kevin, masih membelai rambut Sunhee.

Jihee nahan emosi mau nangis. "Villanya udah di booking. 3hee tetep harus pergi kalo gamau rugi."

Sunhee bangun dari tempat duduknya. "Berarti besok jadi ya?"

"But without the boys," lanjut Daehee.

Semua terdiam.

Sunhee mengambil tasnya. "Udah yuk, cabut. Kita masih harus nyiapin macem-macem," kata Sunhee sambil jalan ngelewatin Kevin.

"Do you want me to drive you?" tawar Kevin.

"Ga usah."

~~~~~~~

"Bete ga sih lo digituin?"

Daehee bertanya pada dua sahabatnya yang sibuk masukin belanjaan mereka ke tas bertuliskan 'I am NOT a plastic bag'.

"Iya gue bete. Makanya dari tadi gue diem kan," kata Sunhee masih lemes aja.

Jihee menenteng tasnya dan berjalan ke luar minimarket diikuti Sunhee dan Daehee. "Yaudahlah unns, yang penting kita have fun aja besok."

"Have fun sih, ga pol kalo ga ada mereka," ujar Daehee, disertai anggukan kepala Sunhee tapi masih manyun.

"Jarang-jarang unn kita pergi bertigaaan lagi," Jihee berjalan ditengah mereka bertiga sampai diperempatan. "Yah darisini aku belok kiri unn, unnies pulangnya ati-ati ya! Besok calling-calling!" kata Jihee sambil melambai.

"Gue lurus, Dae."

"Gue belok kanan, Sun."

Sunhee dan Daehee saling bertatapan lalu tertawa pelan. "See you tomorrow," kata Sunhee.

~~~~~~~

Daehee jalan cepet-cepte menyusuri trotoar yang gelap dan sepi itu. Tiba-tiba dia mendengar derap langkah kaki mengikutinya. Daehee menoleh. Ga ada siapa-siapa.

Daehee mulai parno. Dia menambah kecepatan jalannya. Tapi langkah itu malah makin cepet juga, udah mulai ngejar malah. Daehee balik badan.

"Siapa lo? MO APA LO?!" tanya Daehee galak sambil masang kuda-kuda.

Sosok gelap itu melangkah maju hingga mukanya tersorot lampu jalanan. Dia membuka kupluk hoodienya.

"April mop!" katanya.

Daehee bernafas lega. "Lo bikin gue parno aja!"

"April mop!" kata Jonghyun lagi.

"Apaan sih map mop map mop?" tanya Daehee bingung.

Jonghyun tersenyum, "Besok gue jadi ikut kok!"

Daehee terbelalak. "Yang bener?"

Jonghyun mengangguk. "Sekarang tanggal 1 April kan, gue ama Minho plus Kevin sekongkol bikin kalian ngambek, mumpung April Mop! Hohoho."

Daehee bengong lagu tersenyum simpul.

"Sweet," Daehee mencubit pipi Jonghyun. "Pulang yuk," kata Daehee sambil menggenggam tangan Jonghyun.

Tapi Jonghyun berhenti, menyibak rambut Daehee, then kissed her tenderly on the lips.


~~~~~~~

"Sepanjang jalan kenangan, kita slalu bergandeeeng tangaaan... sepanjang jalan kenangan, kau peluk diriku mesraaaa..." Jihee tiba-tiba bersin. "Aih, dingin.."

Jihee nengok kanan kiri, lalu dia nyebrang. Jihee jalan pelan-pelan mumpung jalanan lagi sepi. Tiba-tiba ada suara klakson heboh berkali-kali. Jihee nengok dan mendapat sebuah mobil melaju kencang ke arahnya.

CEKIIIIIIIIT!!!

Mobil itu ngerem mendadak, semendadak-mendadaknya. Lagian sih, Jihee bukannya minggir ato lari, malah diem.

Si sopir buka jendela dan tereak dari dalem, "WOY, MINGGIR NAPE? GUE MAU JALAN NIH!"

Jihee berjalan menghampiri pintu mobil dan menggebrak kacanya. Si sopir gelagapan salting gitu.

"Minho, akting lo ga bagus. Lo pikir gue gatau ini mobil lo? Dari jauh, boneka Spongebob ama Patrick yang lo pajang di dashboard tuh mencolok banget! Ini lagi pake mo nabrak gue, ga seneng lo gue idup?" Jihee bentak-bentak depan muka Minho.

Minho menatap Jihee dengan mata membesar dan memelas. Jihee ngos-ngosan, lalu bersin dan dengan sukses nyembur ke muka Minho. Minho pun keluar dan memeluk Jihee.

"April mop, sayang."

"Ha?"

"Besok aku jadi ikut, aku tadi ngibul kok bilang tugas dinas OSIS. HAHA sejak kapan lagian ada tugas dinas ke Busan segala," kata Minho santai.

"Jahat," kata Jihee sambil srot srot ingus.

"Tapi seneng kan?" Minho mempererat pelukannya dan mengacak-acak rambut Jihee. "Mari kita pulaaaang.."

~~~~~~~

"Sumpah ya diantara 3hee, rumah gue paling jauh dari minimarket tadi! Mana jalanan lurus aja, makin berasa jauh. Sendirian, makin berasa jauh. Kevin lagi apa ya.."

Sunhee berhenti disebuah halte dan duduk disana sambil memencet tuts hapenya dan menempelkan hapenya ke kuping.

"Hello?" sapa sebuah suara diujung sana.

"Kamu dimana?" tanya Sunhee, melas.

"Aku? eh.. uh.. dirumah, nyiapin buat tugas dinas besok. Kenapa?"

"Jemput aku," suara Sunhee udah makin miris, kayak orang mo nangis.

"Kamu dimana?"

"Halte deket perempatan depan gedung ELLE. Sendirian nih, takut tau.."

"Aku ga bisa," kata Kevin singkat.

Sunhee tanpa sadar membiarkan air matanya jatuh. "Kamu sibuk ya? Yaudah deh, besok kalo udah mo berangkat kabarin aku aja ya. Night."

"Eh, Sun.."

Sunhee menutup hapenya. Dia menatap layar dan melihat wallpaper hapenya yaitu dia sendiri dan Kevin. Sunhee melihat ke atap halte untuk menahan tangisannya.

"Don't cry Sunhee, don't cry.." katanya pada diri sendiri. Tapi tetep aja nangis. Dia sempet diem di halte beberapa menit sampe tangisannya reda, lalu berdiri dan bersiap pulang jalan kaki lagi.

Beberapa langkah dari halte, Sunhee mendengar suara motor. Ketika dia menoleh, seorang cowo berhelm udah ada disampingnya, mengendarai motor putih gede. Si cowo melepas helmnya.

"April mop!" katanya sambil menjulurkan lidah.

Sunhee mengerjapkan matanya dengan polos berkali-kali. Lalu mulai menangis lagi.

"Loh loh kok nangis? Aduh ayang kan udah aku susulin nih kok nangis?" Kevin turun dari motornya dan mendekati Sunhee.

"Aku kira kamu beneran ga bakal jemput aku! Terus itu april mop maksudnya apa, kamu boong soal tugas dinas?" tanya Sunhee.

Kevin mengacak-acak poni Sunhee. "Iya, aku boong soal tugas dinas itu. Tapi kamu harus tau satu hal.."

Sunhee mengangkat wajahnya. "Apa?"

"Makan sop siang hari bolong, biar kata april mop, cinta aku buat kamu ga pernah boong!"

Sunhee tertawa dibalik sisa air matanya. Kevin tersenyum, berhasil mengeluarkan jurus gombalannya sekali lagi.

"Jadi besok kamu tetep ikut?" tanya Sunhee sambil menghapus air matanya.

"Jadi dong. Tadi pas kamu telpon, aku lagi ngepak buat besok. Seneng ga?" tanya Kevin balik sambil nunduk ngeliatin muka Sunhee.

"Tapi ga lucu ah. Aku udah ampe nangis gini."

"Lucu kok, ujju ujju.." Kevin mencubit kedua pipi Sunhee dan menggoyang-goyangkan kepala Sunhee ke kanan dan kiri.

"ADAW! SAKIT TAU! Ga nyadar apa tangan lo kayak kul.."

Tiba-tiba suasana hening lagi. Ya kalian tau lah kenapa, si Kevin udah nyipok Sunhee gitu. Pas udah selese, Kevin dengan entengnya bilang, "Udah ngomelnya? Ayo pulang."

Kevin ngoper helm ke Sunhee, setelah nyalain motor, Sunhee naik dan diem aja.

"Kok diem? Peluk dong?" kata Kevin. Sunhee noyol pala Kevin ampe kedorong lebay gitu, tapi abis itu meluk lakinya eraat banget.

THE END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sepi ga? Jayus ga? Kepanjangan ga? Norak ga? adegan SunVin kebanyakan ya? HAHHAA MAAP YA ITU TIDAK DISENGAJA, tangan gue ngetik semaunya sih jadi yaa..

Vote buat oneshot selanjutnya, apakah gue harus bikin cerita mereka di Jeju Island? ato bikin gantung kayak gini aja?
A. bikin lanjutannya dongs dungdungtakdung
B. gausah, gini aja udah cukup. lanjut story lain lagi aja nanti!

VOTE VOTE VOTE. Pilih Barack Obama! oke gue udah mulai ngantuk jadi ngaco.

Tuesday, March 30, 2010

Surprise!

"Kira-kira surprisenya kita bikin dimana ya? Dirumah Jihee? Nanti dia tau dong.." kata Daehee sambil mengaduk-aduk strawberry smoothienya.

"Di rumah Minho ajalah. Paling gampang. Lo tau kan rumah dia luasnya seapa, bersihnya seapa," samber Jonghyun, seenaknya nentuin lokasi.

"Rumah gue? Bentar.. rumah gue.. ulangtaun Jihee kapan dah?" Minho yang daritadi udah selese makan, karna kenyang jadi ngantuk dan suka bego. Lebih bego dari biasanya.

"4 maret nyong! Which is like 2 more days!" Daehee mengingatkan Minho.

"Oh iya. Terus kita mau apa tadi?" tanya Minho dengan tampang polos yang bagi cewe imut tapi bagi cewe waras, amit-amit.

Jonghyun dan Daehee sama-sama memukul kepala sendiri. Daehee menggigit sedotannya. Jonghyun menggigit bibir bawahnya. Keduanya sama-sama ga nyangka bisa punya temen setelmi Minho. Tiba-tiba dari kejauhan ada sosok cantik yang mereka kenal.. belakangnya ada sosok aneh..

"WOY! Pasti lagi pada ngomongin surprise party Jihee kan? Ah ga asik nih lo pada ninggal.."

Sunhee menyibak rambutnya dan duduk disamping Daehee. Sosok aneh dibelakangnya manyun.

"Nape lo? Duduk dibagian cowo sana! Noh samping Jonghyun.." kata Sunhee sinis. Dia udah cape diintilin laki barunya itu.

Kevin pun nyapa Minho ama Jonghyun dengan tos-tosan ala mafianya lalu duduk disamping Jonghyun.

"Gue udah punya plan. Listen to me. Party emang dasarnya dilaksanain dirumah Minho. Tapi ga seru kalo cuma sekedar party. We gotta have another prank. I've prepared all.." kata Sunhee dengan sangat profesional dan perfeksionis. Maklum, mantan resepsionis *?*

"Gimana, Sun? Jelasin.." pinta Minho.

Sunhee tersenyum, "Jadi gini..."

~~~~~~~

Jihee berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya. Mukanya berkeringat dan ia tampak lelah. Bukan, dia bukan lagi nahan pup, melainkan lagi berusaha membawa ember berisi air penuh, buat ngepel kelas. Jihee lagi kebagian tugas piket, dan seperti biasa, semua cowo langsung pulang abis ngangkatin bangku, cewe-cewe yang centil macem 9 mahluk terkutuk itu cuma bisa ngapus papan tulis ama mungutin kertas-kertas berserakan. Sisanya tinggal Jihee, Taehee sama Aechan. Taehee nya nyapu, Aechan lap jendela, Jihee ngepel deh.

"Kenapa tiap piket gue ngepel mulu sih. Emangnya tampang gue ada tampang-tampang pembokat ya.. gue sih dirumah emang.. WADOH!"

Jihee berhenti menggumam pada dirinya ketika seseorang menabraknya. Baru mau ngomel, langsung gajadi begitu tau siapa cowo laknat tapi ganteng itu yang nabrak. Sang pangeran sekolah, ketua OSIS.

"Aduh TOLONG YA KALO JALAN TUH.. eh.. Shikkie sunbae?"

Shikkie yang dimaksud bukan Shikkie yang ada di supermarket, yang buat ngemil itu. Shikkie ini panggilan atau nama gahulnya Park Hyungshik. Yang udah gue sebut tadi, ketua OSIS.

Shikkie terlihat sebel karna celananya jadi basah bawahnya, dikit. Tapi pas liat Jihee, langsung prihatin. "Eh Jihee? Wah.. kebagian piket ya? Aduh sori ya gue jalan ga liat-liat, lagi mau ke.."

"OH GAPAPA SUNBAE, GAPAPA BENERAN.." kata Jihee ga nyante dan ga iklas sambil mau mungut tongkat pel nya yang jatoh. Tapi pas Jihee megang tongkat pel, pas banget Shikkie megang tongkat pel juga, jadi pegangan tangan gitchuuuuuu.

Jihee diem.

"Sini gue bantuin ampe kelas lo deh ya, kayaknya berat.." tawar Shikkie dengan ramah. Jihee cuma bisa bengong.

Di perjalanan singkat dari koridor ke kelas Jihee, Shikkie berusaha banyak ngobrol sama Jihee. Jihee ampe bingung karna biasanya Shikkie paling galak ama Jihee, karna tiap rapat OSIS, Jihee datengnya telat mulu. Lagi sih Minho ngajakin ngapel. Si Minho gatau aja kalo sebenernya, si Jihee kalo lagi empet ama Minho, ngejadiin Shikkie buat pelarian. HO HO HO

Pas udah ampe kelas, Shikkie naro embernya di depan pintu. "Sampe sini aja ya! Met piket, Jihee, yang bersih ya!" kata Shikkie sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauh. Kalo liat dia jalan rasanya kayak ada karpet merah ngikutin dia kemana-mana. Very royal.

Jihee masih bengong. Tiba-tiba Taehee sama Aechan heboh dan cie cie sendiri, bikin tu kelas yang tadinya hening, jadi kayak ada pertunjukan debus.

"Thank you, Shikkie.." bisik seorang cewe pada Shikkie ketika dia sampai di ujung koridor.

~~~~~~~

Pulang sekolah, abis ngepel dan bersih-bersih, Jihee disuruh ngumpulin tugas Fisika yang dikasih sama Choi Seunghyun seonsaengnim. Kehidupan sehari-hari Jihee emang mengenaskan begini, beda ama hidup Daehee yang gemerlap dan hidup Sunhee yang sangat royal layaknya puwinsah.

"Pak Choi masih di ruang guru ga ya? Apa di kulkas? Kan dia sebuah sayuran hijau.." lawak Jihee pada diri sendiri, dia tau itu jayus.

Jihee berjalan ke ruang guru dan mendapati ruang guru syepiiiiii banget. Cuma ada Lee Hyori seonsaengnim sama si Pak Choi itutuh.

"Sore, Pak Choi! Ini tugas Fisika kelas XI Mawar tadi, Pak.." kata Jihee sambil naro setumpuk kertas di meja pak Choi.

"Oh, oke thankyou. Kelas XI Melati mana?"

"Apanya, Pak?"

"Tugasnya? Kan kamu saya suruh ngumpulin kelas Mawar ama Melati juga sekalian.." kata Pak Choi dengan tegas, galak tapi cool dan ganteng.

Jihee mengerutkan dahi dan mencoba mengingat. Perasaan tadi gue cuma disuruh ngumpulin kelas gue aja dah..

"Seinget saya bapak nyuruh saya ngumpulin kelas saya doang.." kata Jihee pelan.

"Alah kamu! Bilang aja lupa! Jelas-jelas saya bilang mawar ama melati. Sepasang! Dua kelas! Udah deh paling anak-anaknya udah pada pulang jam segini. Jadi pada ga nyerahin tugas deh tuh. Kamu boleh pulang sekarang," kata Pak Choi, sewot, ngedumel tapi TETEP AJA GANTENG.

"Misi, Pak," pamit Jihee pergi. "Bu," sapa Jihee pada Lee Hyori seonsaengnim yang dibalas dengan senyum manis.

"Bacot ah tu sayur! Gue inget tadi dia nyuruh kelas gue doang. Pake ngotot. Huh! Gue doain keriput deh! Eh jangan deh.. nanti gue ga ada gebetan guru lagi.." Jihee ngedumel sambil jalan ke parkiran motor, dimana Minho biasa nungguin dia buat pulang bareng.

~~~~~~~

Jihee udah sampe di parkiran motor dan mendapati Minho sedang menyalakan motornya sambil membonceng seorang cewe.

"Lah, ho? Lu ga nganter gue pulang?" tanya Jihee ketika motor Minho berhenti didepannya.

"Wah maap maap kata ni, Ji, gue kudu nganter dia ke tempat les nih!" kata Minho.

Jihee menoleh ke cewe yang dimaksud. "AECHAN GUE MAU PULANG HUHU. Lo kenapa ga dianter Onew sih?"

"Onew ga masuk! Terus Onew nitipin gue ke Minho jadi beginilah. Dah Jihee gue udah telat nih DADAAAH~!"

Jihee menendang pager besi didepannya.

"Anjing, sakit."

~~~~~~~

Jihee dengan melas jalan ke depan gerbang. Tiba-tiba ada suara bajaj mendekat. Pas nengok, ternyata bukan bajaj, melainkan motor butut. Si pengendara berhenti di depan Jihee dan membuka helmnya, lalu wink ke Jihee.

"CHANSUNG~~~"

"Hai neng! Sendirian aja. Ayangnye kemana? Pulang bareng abang yuk?" goda Chansung dengan menjijikkan tapi Jihee tetap luluh. Chansung ini tetangganya Jihee, temen sepermainan sehidup semati dari balita.

Berhubung Jihee lagi bete ditinggal Minho, jadi dia langsung naek diboncengan Chansung. "Santai aja ya jangan ngebut!"

"Iye neng! Eh iya. Nganu.. itu.. pegangan biar ga jatoh.." kata Chansung ada maksud tertentu.

"Ah elu gue ga pegangan juga gapapa.." kata Jihee.

"Bener ya?"

"Iye."

"Oke," dengan itu Chansung langsung tancap gas dan mengabaikan kata-kata jangan ngebut tadi. Dengan refleks Jihee langsung meluk Chansung dari belakang, Chansung nyengir-nyengir wae dibalik helmnya.

Ketika sampai rumah, Chansung langsung pamit. Jihee berterima kasih. Seengganya ada hal baik yang terjadi hari ini, ketemu Shikkie sunbae dan dianter pulang Chansung. Baru aja balik badan, ada sosok yang tinggi dan menutupi arah jalan Jihee.

"Oh jadi gitu, baru gue tinggal nganter Aechan, lo udah pulang bareng cowo lain? Pake meluk segala lagi.." kata Minho, sinis.

"Siapa suruh ninggalin gue? Lagian gue dianter Chansung kok, tetangga, lo juga tau kan?!"

"Mo dia tetangga kek, ketua RT sekalipun, gue ga suka lo meluk-meluk!" Minho makin sewot.

"Itu dianya aja yang ngebut! Kalo dia ga ngebut gue juga ga bakal meluk-meluk! Niatnya juga bukan meluk, tapi PEGANGAN," Jihee membela diri.

"Alah bacot lo! Tau bacot ga? Males gue liat muka lo," Minho lalu melengos pergi.

"YEEEE NGAMBEK! Dasar bocah.." Jihee masuk ke rumahnya.

Mama Jihee yang cantik langsung menyapa. "Eh sayang udah pulang.."

"HUWEEEEEE~~~"

"Loh kok baru nyampe langsung nangis?" tanya Mama Jihee.

"Minho ngambek gara-gara aku dianterin Chansung pulang!"

"Cepcepcep jangan nangis, udah biasa Minho mah. Itu di ruang TV udah ada si cantik Sunhee ama supirnya.."

"Supirnya?" tanya Jihee sambil ngelap air matanya.

"Pokoknya yang mukanya abstrak itu.." wajah Mama Jihee terlihat bingung.

"Astaga Mama itu pacar barunya tau," Jihee geleng-geleng.

"DEMI APA?" jiwa muda Mama Jihee keluar. "Sunhee kan cantik bangetbangetbanget? Kenapa pacarnya kuli bangetbangetbanget?"

"Sabar ya ma aku juga shock, ibarat lagu barunya BEAST. Dunia emang udah mau kiamat."

"Emang ada lagu BEAST yang dunia mau kiamat?" Mama Jihee makin bingung.

"Maksud aku SHOCK! Et dah si Mama. Udah aku ganti baju dulu!"

~~~~~~~

"Unnie! Ada apa kesini, unn? Eh ada elu Kev," Jihee tersenyum manis ke Sunhee, tapi berubah sepet pas liat Kevin. Kevin menerima apa adanya. Gapapa dah dijutekin seribu orang yang penting udah punya Sunhee.

"Izinin gue ya besok gamasuk sekolah, nih suratnya.." Sunhee menyodorkan sebuah amplop ke Jihee. "Jangan kamu buka. Kan itu surat buat guru."

"Tapi kan unn, besok tanggal 4.. emang unnie mo kemana?" tanya Jihee melas karna Sunhee seolah ga inget birthdaynya.

"Emang ada apa tanggal 4?" tanya Sunhee.

Jihee manyun.

"Gue mo survey lokasi pemotretan, Ji!" sahut Kevin tiba-tiba. Akhirnya ngomong juga dia.

"Pemotretan apa?"

"Pre-wedding," kata Sunhee dan Kevin berbarengan.

Jihee nganga. "WHAT? PRE-WEDDING? KALIAN BERDUA MAU NIKAH? ASTAGA UNN, PIKIRKAN NASIB ANAKMU!"

Sunhee mengangkat sebelah alis dan menatap Kevin.

"Pre-weddingnya oppa nya Sunhee! Oppanya Sunhee kan lagi di Swiss, jadi dia nyuruh Sunhee yang survey! Nah gue yang nemenin.." jelas Kevin.

Jihee bernapas lega. "Alhamdulillah. Gue kira lo bedua yang mo nikahan."

"Tapi kita sekalian foto-foto asik juga kali ya?" tanya Kevin pada Sunhee sambil melingkarkan tangannya di pundak Sunhee.

"Wueks," kata Jihee sambil memalingkan mukanya.

~~~~~~~

Besoknya, 4 Maret.

"Pokoknya kita putus!"

Jihee terdiam mendengar kata-kata Minho. Bel masuk berbunyi. Minho meninggalkan Jihee begitu saja di koridor sekolah.

Jihee syok denger Minho minta putus cuma gara-gara masalah Chansung kemaren, masalah gosip Jihee naksir Pak Choi, ama gosip Jihee ngefans ama Shikkie. Semua bener sih, cuma ya gitu. Biasanya Minho fine-fine aja ama gosip. Cuma akhir-akhir ini dia jadi sensi.

Jihee berjalan lemas menuju kelasnya. Lalu dia lupa akan sesuatu, berjalan kembali ke lorong kelas XII.

"Misi. Pak Choi, ini surat izin Sunhee unnie sama Kevin. Pada gamasuk hari ini," kata Jihee lemas.

"Thank you. Kamu kenapa?" tanya Pak Choi.

"Laper, Pak. Udah ya pak saya cabut. Dadah.." kata Jihee asal. Pak Choi cuma mesem-mesem sambil buka amplop surat tersebut.

~~~~~~~

Tiba-tiba udah pulang sekolah aja. Jihee masih bete karna diputusin. Daehee ama Jonghyun ilang gatau kemana, Taehee ama Aechan pulang duluan ada urusan. Lagi-lagi Jihee harus pulang sendiri. Pas lagi adem-adem jalan ke depan gerbang tiba-tiba..

"UUMPH! LEPHASSIN GHUEEE!" Jihee meronta dari kekepan *?* orang dibelakangnya. Tapi sedetik kemudian Jihee pingsan. Dua orang yang dibelakang dia tadi mengangkat Jihee masuk ke mobil.

Bangun-bangun Jihee udah ada di suatu ruangan yang ga dikenal. Pas ditelaah, ruangan itu merupakan sebuah kamar tidur besar dan mewah. Jihee mengecek badannya. Seragamnya masih lengkap, berarti ga diapa-apain.

Jihee bangun dan berjalan ke meja rias. Di cermin ada tulisan pake lipstick "Buruan lo mandi sekarang juga atau gue yang mandiin lo."

Jihee merinding bacanya dan mengikuti tulisan itu. Dia ke kamar mandi dan mandi, terus pas udahan, di cermin kamar mandi ada kertas yang ditempel, tulisannya "Lo buka lemari disamping tempat tidur, ada gaun, pake. Kalo gamau, gue yang makein."

Jihee merasa orang yang ninggalin pesan itu punya gangguan mental. Jadi daripada ambil resiko, Jihee ngikutin semua petunjuk itu. Ampe udah pasang make up juga, dia lupa hari itu tanggal 4. Pas menuju pintu kamar dan melangkah keluar..

"Hey cantik.."

"MONYET. Astaghfirullah. Kaget gue! Lu ngapain di.. Ha? Minwoo?" Jihee mengerjapkan matanya.

"Panggil gue Minwoo aja gausah pake Ha. Iya nih gue ditugaskan menculik lo dan menulis semua pesan di kamar tadi. Ups keceplosan," kata Minwoo dengan sengaja.

"Jadi yang nyulik gue tadi juga elo?" tanya Jihee.

"Yoi. Nah berhubung lo udah cantik, mending sekarang ikut gue," ajak Minwoo.

"Lo mo apain gue?"

"DIH PEDE AMET LU. Udah ikut gue sekarang!"

Minwoo menyeret lengan Jihee menyusuri koridor rumah megah itu. Jihee melihat pakaian Minwoo yang berupa setelan jas coklat, rapi dan cocok banget dipake Minwoo.

Mereka sampai disebuah pintu besar. Minwoo mendorongnya, dan pintu itu terbuka. Tapi sepi. Gelap. Lalu Minwoo mendorong Jihee masuk dan menutup pintunya.

"ADUH. Loh kok gue.. lah.. MINWOO? MIN! WOO! KELUARIN GUE AH! GA LUCU LO, UDAH NYULIK GUE, PAKE NGURUNG GUE SEGALA, GUE SALAH APA? KELUARIN GUE MIN SEKARAAAAANG~"

Lalu lampu pun menyala.. suara terompet dan apalah segala macem yang berisik itu mulai terdengar.

"HAPPY BIRTHDAY JIHEE~!!!"

Jihee balik badan dan melihat ke sekeliling ruangan. Disana udah rame, ada Daehee ama Jonghyun di deket panggung megang mic, kayaknya jadi MC. Terus ada Kevin duduk di piano, sambil mainin instrumental happy birthday, ngiringin Sunhee nyanyi Happy Birthday buat Jihee. Minwoo yang dari luar pun kembali masuk.

Setelah nyanyinya abis, semua tepuk tangan. Jihee masih bengong. Sunhee, Daehee, Jonghyun dan Kevin menghampiri Jihee.

"Eh! Elo udah nyampe sini udah dikasi surprise masih bengong aja! Happy birthday yaaa!" kata Daehee sambil memeluk Jihee.

"Tengkyu unn, ini kok.. siapa yang.. lah Sunhee unnie bukannya pergi survey? Kevin juga?" tanya Jihee bingung.

"Lo percaya aja. Gue bolos sekolah buat nyiapin ini semua!" kata Sunhee sambil melemparkan senyum mautnya. Lakinya hampir mati.

"Terus surat izinnya?" tanya Jihee lagi.

"Itu undangan birthday party lo buat Pak Choi! Tu liat, Pak Choi aja dateng!" kata Sunhee sambil menunjuk sebuah sudut. Disana ada Pak Choi yang sudah berdandan rapi, melambai ke arah Jihee.

"Potong kue mendingan sekarang!" kata Jonghyun.

"Lu mikirnya makan mulu.." timpal Daehee.

Cheesecake 2 tingkat yang sudah disiapkan itu, dikeluarkan. Semua orang mengelilinginya. Abis nyanyi potong kuenya, si Jihee udah motong sepotong kue dan bingung mau ngasih first cake ke siapa. Gaada Minho disitu. Unyuunyu.

"1st cake ini buat.. temen satu SD dan SMP gue aja dah! Yang tadi udah nyulik gue, Min.."

"HO!"

"Ha?"

Semua orang menoleh ke panggung. Ada Minho yang megang mic sambil tersenyum lebar. "Buat Minho kan, 1st cakenya?" kata dia dengan pede.

Jihee tersenyum penuh haru. Setetes air mata jatuh di pipinya. "Sini lo!" teriaknya pada Minho, seisi ruangan pada tertawa.

"Happy birthday ya sayaaaaangs. Gue minta putusnya bercanda kok. Terus yang dari kemaren kamu ngerasa bete mulu, dari mulai Shikkie nabrak kamu, Pak Choi ngomel-ngomel, ampe Chansung nganter kamu pulang, itu udah direncanain semua.." kata Minho panjang lebar. Semua nama yang dia sebut, hadir di party itu.

"Kamu yang rencanain? Aih so sweet.." Jihee berjinjit dan mencium pipi Minho. Semua tamu langsung cie cie aw aw eaa eaa prikitiw.

"Bukan, itu semua rencananya Sunhee," kata Minho jujur dan polos.

Sunhee terpaksa membenamkan mukanya dipundak Kevin sambil menahan tawa. Ada gitu orang jujur tapi rada sableng kayak pacarnya Jihee.

Jihee jadi bengong lagi. "Gapapa lah yang penting kamu berpartisipasi. Hehe. Ini first cake nya!"

"CIUM CIUM CIUM~" teriak para tamu.

"Kan udah tadi.." bela Jihee.

Para tamu saling bertatapan. "LAGI LAGI LAGI~~"

Minho tersenyum lalu secepat kilat menempelkan bibirnya pada bibir Jihee. Semua orang tepuk tangan, ada yang motret juga loh.

Jihee malu dan berteriak, "Ampe ada yang tereak cium lagi, ni kue gue bungkus pulang, lo semua ga kebagian."

Para tamu pun patuh. Setelah cekakak cekikik ga jelas, semua akhirnya kebagian kue. Sambil makan, banyak yang datang menghampiri Jihee untuk mengucapkan selamat.

"Jihee happy birthday! Rajin ngumpul OSIS ya! Jangan bolos rapat!" kata Shikkie, sambil memberikan sebungkus kado kecil.

"Sip deh sunbae! Thankyou!" Jihee tersenyum.

"Happy birthday Jihee, semoga makin rajin belajar, fisikanya jadi bagus ya! Kalo mau privat ama saya juga boleh," tawar Pak Choi, disambut tatapan lo-mau-mati-ya dari Minho. Jihee tertawa dan berterima kasih juga.

"NENG JIHEE, YA ALLAH UDAH GEDE. Met ultah yak! Semoga kita tetanggaan terus ya!" kata Chansung dengan lebay. Jihee mengangguk.

"Sori udah gue culik tadi. Imbalannya, gue udah ngasih lo gaun ya. Itu kado gue. Hehe.." kata Minwoo dengan manis, Jihee berterima kasih berkali-kali.

Setelah itu, Jihee menikmati penampilan duet Daehee dan Jonghyun nyanyiin Hate That I Love You. Lalu penampilan memukau dari Sunhee dan Kevin yang bawain lagu Angels Cry, lebih bagus dari penyanyi aslinya which are Mariah Carey dan Ne-Yo.

Lalu banyak penampilan dari tamu lain, solo dance Minwoo diiringi musik Flo Rida yang Low, solonya Shikkie yang nyanyi lagu Park Hyo Shin, rap hebohnya Pak Choi featuring Chansung. Asik deh pokoknya.

"Ngomong-ngomong, ho.." kata Jihee sambil dansa sama Minho, "lu pada patungan sewa tempat ini ya? Mahal ya pastinya?"

Minho cuma bisa nyengir ga enak sambil bilang, "Ini kan rumah gue, Ji."

Untuk kesekian kalinya Jihee bengong.

THE END

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MAKSA GA SIH HAHAHAHAHAHA
maaf ya telat Ji, ff birthdaynya ini aja maksa HEHE lucu ga? pasti lucu. gue gitu yang bikin HAHAH.

CAST :
Han Jihee


Choi Minho


Han Daehee


Kim Jonghyun


Song Sunhee


Kim Kevin


Park Hyungshik


Choi Seunghyun (TOP)


Hwang Chansung


Ha Minwoo


serta Cho Taehee dan Lee Aechan (maaf ga ada gambarnya, imajinasi sendiri saja ya :D)